Page 4 - MUHA MAGAZINE #1
P. 4
Sapa Redaksi
i
l
P
e
a
t
M M e n y a l a k a n P e l i t a
n
l
a
a
k
n
M M
y
a
e
y
l
a
a
k
l
e
t
i
n
a
P
e
Menyalakan Pelitaa
n
e
y
e
l
P
n
a
n
k
a
l
a
t
i
Menyalakan Pelitaa
e
G
M
& & M e n e n u n G a g a s a n
n
a
e
n
n
n
s
u
a
g
a
& &
s
n
a
a
n
g
e
u
& Menenun Gagasann
a
M
e
G
n
& Menenun Gagasann
a
M
e
n
a
n
a
n
e
G
u
s
g
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Membaca adalah seni merawat ingatan, sementara menulis adalah
ikhtiar abadi untuk menolak lupa. Di tengah riuh rendah dunia digital yang
bergerak secepat kedipan mata, sebuah langkah kecil namun berani telah kita
ayunkan bersama. Selamat datang di lembar-lembar perdana Muha
Magazine, ruang di mana kata dan makna bersua, tempat di mana pikiran-
pikiran merdeka mulai disemai.
Kehadiran majalah digital ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia adalah buah
dari rindu yang membuncah rindu akan kedalaman literasi dan ketajaman
numerasi di tengah gempuran informasi yang kian dangkal. Lewat Muha
Magazine, kami ingin mengajak Anda semua untuk tidak sekadar menjadi
penonton zaman, melainkan pengulas yang bijak. Kita akan meniti angka,
membaca data, lalu merangkainya menjadi cerita yang bermakna bagi
kemanusiaan.
Lahirnya karya perdana ini adalah sebuah simfoni yang indah. Di balik
setiap ketukan huruf dan kurasi visual, ada kolaborasi hangat yang melampaui
sekat-sekat ruang kelas. Dari restu dan arahan Kepala Sekolah Ibu Hj. Retno
Sumirat, M. Pd., bimbingan penuh kasih dari para Guru, ketajaman pena tim
Ekstrakurikuler Jurnalistik, hingga ketekunan para penjaga gerbang ilmu,
Tendik Perpustakaan Al-Maasir, sahabat-sahabat Student Librarian. Bersama,
kami melebur menjadi satu kekuatan, perajin kata dari rahim SMA
Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Melalui majalah ini, kami menyediakan jendela yang luas. Kami
mengundang Anda untuk menengok geliat prestasi dan kehangatan di
sudut-sudut sekolah, sekaligus melempar pandang ke ufuk yang lebih jauh. Di
sini, kita akan berbincang tentang guratan sastra dan estetika seni,
membedah dinamika sosial-budaya, hingga menakar nalar dalam isu politik
dan hukum, baik di tingkat nasional maupun panggung global. Semua kami
sajikan dengan satu napas, mencerahkan dan menyuluh kebenaran.
Sebagai langkah awal, kami sadar bahwa coretan pertama ini mungkin belum
sepenuhnya sempurna. Selamat membaca, selamat meresapi, dan selamat
berkelana di samudra ilmu bersama Muha Magazine. Mari kita nyalakan pelita
literasi ini bersama-sama, agar sinarnya tak hanya menerangi koridor sekolah
kita, tetapi juga memberi hangat pada dunia.
Nashrun Minallah Wa Fathun Qariib.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam hangat,
Pemimpin Redaksi Muha Magazine
Ebma Yudhasatria, M. Pd.

