Page 66 - MUHA MAGAZINE #1
P. 66

Adiwiyata dan Lima Pilar                                Investasi Jangka Panjang

         Pembentuk Karakter                                      untuk Masa Depan Bumi


              Di bawah naungan Kementerian Lingkungan                  Dampak terbesar dari partisipasi aktif dalam
         Hidup  dan  Kehutanan,  Pemerintah  Indonesia          program  Adiwiyata  bukanlah  penghargaan
         meluncurkan  Gerakan  Peduli  dan  Berbudaya           atau  piala  yang  dipajang  di  lobi  sekolah.
         Lingkungan  Hidup  di  Sekolah  (PBLHS)  yang          Dampak  sejatinya  terletak  pada  akumulasi
         lebih  dikenal  sebagai  Program  Adiwiyata.           pengalaman,  pengetahuan,  dan  keterampilan
         Program  ini  hadir  sebagai  jawaban  atas            (life skills) yang melekat pada diri peserta didik
         tantangan    krisis   ekologi   global.   Melalui      hingga  mereka  beranjak  dewasa  kelak.  Ketika
         Adiwiyata,  sekolah-sekolah  di  seluruh  penjuru      para  kader  Adiwiyata  ini  tumbuh  dewasa  dan
         negeri  didorong  untuk  menyelenggarakan              mengambil  peran  di  tengah  masyarakat,  nilai-
         pendidikan  yang  melibatkan  seluruh  warga           nilai  ekologis  yang  mereka  serap  di  bangku
         sekolah     secara      partisipatif,   dengan         sekolah  akan  menjadi  kompas  moral  dalam
         menempatkan  peserta  didik  sebagai  aktor            setiap pengambilan keputusan.
         utama sekaligus kader penyelamat lingkungan                   Ketika saatnya mereka membangun rumah
         di masa depan.                                         tinggal  bagi  keluarga  mereka,  mereka  akan
               Pengelolaan  lingkungan  melalui  program        merancang  kediaman  yang  memiliki  sistem
         Adiwiyata  secara  sistematis  mengajarkan  lima       sirkulasi  udara  yang  baik,  ruang  terbuka  hijau,
         pilar  pelestarian  lingkungan  yang  sangat           dan  area  resapan  air  yang  memadai.  Saat
         kontekstual dengan kehidupan sehari-hari:              mereka menjalankan tugas dalam pekerjaan di
            Kebersihan    dan    Sanitasi:   Mengajarkan        berbagai    sektor,   mereka    akan    menjadi
            disiplin  personal  dan  komunal  dalam             profesional  yang  berintegritas  dan  selalu
            menjaga higienitas ruang publik.                    memikirkan  dampak  ekologis  dari  setiap
            Konservasi Air: Melatih kepedulian terhadap         kebijakan yang mereka ambil.
            ketersediaan    sumber    daya    kehidupan                 Bahkan, ketika mereka melangkah menjadi
            melalui    pemanenan      air   hujan   atau        pemimpin  peradaban  atau  pelaku  wirausaha,
            pembuatan biopori.                                  mereka  diharapkan  mampu  membangun  dan
            Konservasi      Energi:      Menumbuhkan            mengelola bisnis yang tidak hanya berorientasi
            kesadaran  untuk  menghemat  penggunaan             pada  keuntungan  finansial  semata  (profit),
            listrik dan beralih ke sumber daya yang lebih       melainkan       juga     berkomitmen       pada
            ramah lingkungan.                                   kesejahteraan manusia (people) dan kelestarian
            Pengelolaan  Sampah:  Mengedukasi  prinsip          bumi     (planet).   Pada   akhirnya,   investasi
            Reduce,    Reuse,    Recycle    (3R)    guna        pendidikan      berbasis    lingkungan      yang
            meminimalkan sisa konsumsi yang merusak             direncanakan dengan penuh ketulusan hari ini
            bumi.                                               adalah    kunci    utama     demi     menjamin
            Pelestarian     Keanekaragaman        Hayati:       keberlangsungan  hidup  generasi  yang  akan
            Menanamkan  rasa  cinta  terhadap  flora  dan       datang.
            fauna  sebagai  sesama  makhluk  ciptahan
            Tuhan.
         Melalui  kelima  pilar  ini,  sekolah  menjelma
         menjadi  ekosistem  belajar  yang  dinamis,  di
         mana  siswa  belajar  mencintai  bumi  lewat
         tindakan-tindakan kecil yang konsisten.
   61   62   63   64   65   66   67