Page 63 - MUHA MAGAZINE #1
P. 63
Tanya Ustad
Wujud Jin
Dalam Islam
Juni Prasetya, S.Pd.I, M.Pd
Pengantar
dan Definisi Jin
Dalam ajaran Islam, istilah jin secara bahasa
berasal dari kata janna – yajunnu, yang berarti
tersembunyi atau tidak terlihat. Dari asal
katanya saja sudah sangat jelas bahwa makhluk
ciptaan Allah Swt. ini tidak dapat dilihat dengan
mata telanjang manusia biasa, atau dengan
istilah lain disebut “sirr”.
Sebagaimana manusia, jin juga merupakan
makhluk Allah Swt. yang diciptakan dengan
tujuan yang sama, yaitu untuk beribadah. Hal
ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah Adz-
Dzariat ayat 56:
ْ ْ
ْ
ْ َ َ
ﱠ
ِ
نوُﺪُﺒ ْ ﻌَﻴﻟ ﻻإ َ ﺲﻧِﻹاَو ﱠ ﻦﺠﻟا ُ ﺖﻘﻠﺧ ﺎ َ ﻣَو
ِ
ِ
ِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
kecuali untuk beribadah." (Q.S. Adz-Dzariat: 56) Barang siapa yang mengaku melihat jin,
maka kesaksiannya ditolak, kecuali para nabi
dan rasul.” — Imam Syafi'i
Ayat ini menjelaskan bahwa jin juga memiliki
kewajiban untuk melaksanakan ibadah,
termasuk shalat dan bentuk ketaatan lainnya Berdasarkan prinsip akidah Islam, secara
kepada Allah Swt. asalnya manusia biasa tidak dapat melihat
wujud asli jin. Hanya para nabi dan rasul yang
diberikan keistimewaan oleh Allah Swt. untuk
Bolehkah Manusia dapat menyaksikan mereka secara langsung.
Biasa Melihat Jin? Kemampuan Tasyakkul
Terkait pertanyaan apakah manusia biasa (Perubahan Wujud)
dapat melihat jin—terutama dengan maraknya
klaim dari dukun, peramal, atau orang yang Meskipun wujud aslinya tidak dapat dilihat,
mengaku memiliki indra ke-enam—umat Islam jin memiliki keistimewaan yang diberikan oleh
diajak untuk bersikap cerdas dan tidak mudah Allah Swt. berupa kemampuan tasyakkul, yaitu
percaya pada mitos atau rumor berbasis konten kemampuan untuk berubah-ubah wujud
media sosial. menjadi bentuk lain.

