Page 62 - MUHA MAGAZINE #1
P. 62
Terano Rahdiana, salah satu siswa SMA Mengingat risiko-risiko ini, sebaiknya
Muhammadiyah 2 Yogyakarta berpendapat masyarakat khususnya pada remaja yang mulai
bahwa para remaja “nge-vape” agar terlihat mengonsumsi vape lebih bijaksana untuk
gaul dan mengikut trend rokok elektrik. Namun beanr-benar menjauhi produk-produk yang
Ia tahu bahwa vape sama bahayanya dengan mengandung nikotin. Baik itu rokok
rokok konvensional baik bagi perokok aktif konvensional maupun rokok elektronik (vape).
maupun pasif. Ia sendiri tidak pernah Mengurangi atau bahkan tidak mengonsumsi
mengonsumsi vape atau rokok konvensional sama sekali rokok konvensional maupun vape
karena sadar akan bahaya yang ditimbulkan dapat memberikan dampak yang lebih “sehat”
dari “benda” tersebut. Selain itu menurutnya, pada lingkungan, khususnya bagi orang yang
vape dan rokok konvensional mengganggu tidak mengonsumi kedua “benda” tersebut,
lingkungan sekitar karena asap yang dihasilkan sehingga anak-anak pun dapat bermain lebih
dari vape dan rokok konvensional. nyaman tanpa dihantui oleh asap rokok
Kesimpulannya, meskipun vape sering kali konvensional atau vape. Mari hidup sehat tanpa
dipromosikan sebagai alternatif yang lebih menggunakan vape atau rokok konvensional
aman daripada rokok konvensional, nyatanya agar orang-orang yang kita sayangi tidak
bukti ilmiah menunjukkan bahwa vape tetap menanggung akibat dari penggunaan “benda”
membawa risiko kesehatan bagi penggunanya. tersebut.
Tidak hanya mengganggu kesehatan jasmani
namun juga dapat menganggu kesehatan
rohani. Pengguna harus menyadari potensi
bahaya dari penggunaan vape, baik untuk
kesehatan pribadi maupun untuk lingkungan.

