Page 61 - MUHA MAGAZINE #1
P. 61

Mengutip  dari  data  Global  Youth  Survey         Menariknya vape juga dikaitkan dengan isu
         tahun    2011,   prevalensi   pengguna    rokok        kesehatan  mental  pada  remaja.  Kita  tahu
         elektronik  di  Indonesia  meningkat  dari  0,3        bahwa     masa-masa     remaja    adalah   masa
         persen  di  tahun  2011  menjadi  1,2  persen  tahun   pubertas    dimana     mereka     sibuk   untuk
         2016  dan  10,9  persen  pada  2018.  Kemudian         menentukan  arah  jati  dirinya  dan  tak  jarang
         menurut  Ketua  Umum  Perhimpunan  Dokter              dari  mereka  mengalami  gangguan  kesehatan
         Paru  Indonesia  (PDPI)  dr  Agus  Dwi  Susanto,       mental yang disebabkan oleh banyak faktor.
         SpP(K),  keduanya  baik  vape  atau  rokok                   Mengapa  vape  bisa  dikaitkan  dengan
         konvensional     sama-sama       menyebabkan           kesehatan  mental?.  Hal  tersebut  dikaitkan
         gangguan      kesehatan,     terutama      pada        dengan  salah  satu  kandungan  vape  yaitu
         kesehatan    paru-paru   karena    vape   rokok        nikotin.  Nikotin  adalah  zat  adiktif  yang  bisa
         menghasilkan      sejumlah      bahan     kimia        menimbulkan          ketergantungan,       serta
         berbahaya  seperti  asetaldehida,  akrolein,  dan      berpengaruh      pada     suasana    hati    dan
         formaldehida.  Selain  itu,  bahaya  vape  rokok       konsentrasi.
         elektrik  ini  juga  dapat  menyebabkan  masalah                 Pengguna  yang  ketergantungan  nikotin
         paru-paru   lainnya   seperti   penyakit   paru        mungkin  mengalami  gejala  penarikan  saat
         obstruktif  kronis  (PPOK),  asma,  serta  kanker      tidak melakukan vaping, termasuk kecemasan,
         paru-paru.                                             iritabilitas,  dan  kesulitan  konsentrasi.  Hal  inilah
                   Lantas  apakah  vape  masih  bisa  dijadikan  yang    memungkinkan        seorang     remaja
         aternatif  agar  tidak  mengonsumsi  rokok             mengalami  gangguan  mental  karena  tak
         konvensional?  Jawabannya  tentu  saja  tidak,         jarang  dari  mereka  apabila  tidak  “nge-vape”
         dikatakan bahwa vape dan rokok konvensional            menjadi    cemas    atau   khawatir,   sehingga
         sudah  jelas  memiliki  kandungan  kimia  yang         konsentrasi    dan   fokus    mereka    menjadi
         dapat  menyebabkan  gangguan  pernapasan.              terganggu.
         Berbicara  tentang  vape  tentunya  tidak  lepas
         dari   trend   “nge-vape”   yang   dewasa    ini
         dilakukan  oleh  para  remaja.  Rokok  elektrik  ini
         terkenal  juga  dengan  berbagai  nama,  seperti
         “e-cigs”,  “vapes”,  “mods”,  “tank  systems”,  “e-
         hookahs”, “vape pens”, dan “electronic nicotine
         delivery  systems  (ENDS).  Penggunaan  rokok
         elektrik disebut dengan vaping.
               Evolusi  perangkat  vaping  yang  bisa
         digunakan  untuk  “nge-vape”  hadir  dalam
         berbagai  bentuk  dan  ukuran.  Ada  yang  dibuat
         agar  terlihat  seperti  rokok  biasa,  cerutu,  atau
         pipa.  Bahkan  ada  yang  dibentuk  menyerupai
         pena,  stik  Universal  Serial  Bus  (USB),  dan
         barang sehari-hari lainnya.
                 Kecenderungan  remaja  untuk  mencoba
         vaping  inilah  yang  menjadi  perhatian  khusus.
         Nikotin  yang  ada  dalam  sebagian  besar  cairan
         vape  dapat  menyebabkan  kecanduan  dan
         memiliki dampak negatif pada perkembangan
         otak  remaja.  Selain  itu,  studi  menunjukkan
         bahwa  remaja  yang  mulai  dengan  vaping
         memiliki  kemungkinan  lebih  tinggi  untuk
         beralih  ke  rokok  konvensional,  menempatkan
         mereka pada risiko kesehatan tambahan.
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66