Page 13 - MUHA MAGAZINE #1
P. 13

Peran orang tua sangatlah penting dalam               Saat ini, pemerintah masih memfinalisasi
         keberhasilan  implementasi  PP  TUNAS.  Dalam          aturan  teknis  pelaksanaan  melalui  Surat
         siaran  pers  resmi  Komdigi  disebutkan  secara       Keputusan  Bersama  (SKB)  lintas  kementerian
         eksplisit  bahwa  regulasi  ini  bukanlah  solusi      untuk  memperjelas  peran  masing-masing
         tunggal  yang  dapat  menjamin  keamanan               pihak.
         ruang digital tanpa keterlibatan aktif orang tua.                Hingga  kini,  PP  TUNAS  dapat  dipandang
         PP  TUNAS  justru  menempatkan  orang  tua             sebagai  sebuah  langkah  maju  dalam  upaya
         sebagai  pihak  yang  wajib  mendampingi,              pelindungan  anak  di  ruang  digital,  sejalan
         mengawasi, sekaligus memberikan persetujuan            dengan regulasi serupa yang telah diterapkan
         atas berbagai aktivitas digital anak.                  di  berbagai  negara.  Keberhasilan  regulasi  ini
                   Kondisi  ini  memunculkan  pertanyaan        tidak hanya ditentukan oleh kuatnya landasan
         lainnya,  bagaimana  jika  orang  tua  sendiri         hukum,  tetapi  juga  oleh  kesiapan  teknis
         memiliki literasi digital yang rendah, atau tidak      platform    digital,   kapasitas   pengawasan
         memiliki  cukup  waktu  untuk  mengawasi               pemerintah,     serta   kesiapan    masyarakat
         aktivitas   digital   anak   akibat   kesibukan        khususnya  orang  tua  dalam  menjalankan
         pekerjaan.  Ketimpangan  literasi  digital  antar      perannya masing-masing.
         orang  tua  di  berbagai  daerah  di  Indonesia                 Perdebatan pro dan kontra yang muncul
         masih  menjadi  tantangan  tersendiri,  sehingga       terhadap  PP  TUNAS  sejatinya  merupakan  hal
         keberhasilan  PP  TUNAS  sangat  bergantung            yang wajar dan justru menunjukkan bahwa isu
         pada  upaya  edukasi  yang  menyeluruh,  tidak         pelindungan anak di ruang digital merupakan
         hanya  kepada  anak,  tetapi  juga  kepada  orang      persoalan  yang  serius  dan  layak  mendapat
         tua dan masyarakat secara luas.                        perhatian dari berbagai pihak.
                 Di sisi lain, sebagian kalangan, termasuk                Pengawalan  terhadap  implementasi
         dari  kelompok  remaja,  menyoroti  potensi            regulasi  ini  perlu  terus  dilakukan,  baik  oleh
         pembatasan  akses  ini  terhadap  kebebasan            pemerintah,  penyelenggara  sistem  elektronik,
         berekspresi  dan  berpartisipasi  di  ruang  digital.  lembaga  pendidikan,  maupun  masyarakat
         Apabila  mekanisme  verifikasi  usia  diterapkan       secara  luas,  agar  tujuan  utama  PP  TUNAS,
         secara  terlalu  kaku,  dikhawatirkan  justru  akan    yaitu  menciptakan  ruang  digital  yang  aman,
         mempersulit    anak-anak     yang   sebenarnya         sehat,  dan  ramah  anak,  dapat  benar-benar
         membutuhkan        akses    informasi     untuk        terwujud.
         kepentingan         pendidikan         maupun
         pengembangan diri.
                     Meskipun  demikian,  Menteri  Komunikasi
         dan  Digital  telah  menegaskan  bahwa  PP
         TUNAS  akan  tetap  dilanjutkan  di  tengah  pro
         dan  kontra  yang  berkembang,  dengan  alasan
         bahwa  kepentingan  pelindungan  anak  harus
         diutamakan.
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18