Page 14 - MUHA MAGAZINE #1
P. 14

Politik



         Makan Bergizi



         Gratis





         Langkah Besar dengan

         Berbagai Catatan


         Oleh Aufaisma Afifah Putri, S.IP




                   Program  Makan  Bergizi  Gratis  (MBG)
         menjadi  salah  satu  langkah  yang  diharapkan
         mampu  meningkatkan  kualitas  gizi  pelajar  di
         Indonesia.  Melalui  Peraturan  Presiden  Nomor
         83  Tahun  2024,  pemerintah  menunjuk  Badan                      Selain  membantu  memenuhi  kebutuhan
         Gizi  Nasional  (BGN)  untuk  menjalankan  tugas       gizi,  program  ini  juga  dianggap  mampu
         dalam pemenuhan gizi nasional. Di balik tujuan         meningkatkan       semangat       belajar    dan
         besarnya,   pelaksanaan    program    ini   juga       konsentrasi  siswa  selama  mengikuti  pelajaran
         memunculkan       berbagai    tanggapan     dari       di  kelas.  Meski  demikian,  pelaksanaan  MBG  di
         masyarakat,  mulai  dari  apresiasi  terhadap          lapangan     masih     menghadapi      sejumlah
         manfaatnya  hingga  kritik  mengenai  efektivitas      tantangan.    Beberapa     masyarakat    menilai
         dan pelaksanaannya di lapangan.                        kualitas  dan  variasi  makanan  yang  diberikan
                  Dilansir dari media Kementerian Keuangan      masih  perlu  ditingkatkan  agar  lebih  sesuai
         Republik  Indonesia,  program  MBG  resmi              dengan  kebutuhan  gizi  siswa.  Selain  itu,
         dimulai  pada  6  Januari  2025.  Implementasinya      muncul  pula  evaluasi  terkait  ketepatan  waktu
         dilakukan  secara  bertahap  hingga  mencakup          distribusi  makanan  serta  pemerataan  kualitas
         seluruh  jenjang  pendidikan,  mulai  dari  PAUD       program di setiap sekolah.
         hingga  SMA/sederajat  di  seluruh  wilayah                  Tidak  sedikit  siswa  yang  memberikan
         kabupaten/kota           dengan            tetap       tanggapan beragam terhadap menu makanan
         mempertimbangkan  kesinambungan  fiskal.               yang disediakan. Ada yang merasa menu sudah
         MBG  sendiri  merupakan  upaya  pemerintah             cukup  baik,  namun  ada  pula  yang  berharap
         untuk  meningkatkan  kualitas  sumber  daya            adanya  variasi  menu  agar  siswa  tidak  merasa
         manusia  melalui  penguatan  gizi  bagi  anak          bosan.  Kondisi  ini  menunjukkan  bahwa  selain
         sekolah.  Selain  itu,  program  ini  juga  bertujuan  fokus   pada    pelaksanaan    teknis,   evaluasi
         memberdayakan        UMKM      dan     ekonomi         terhadap  kualitas  dan  penerimaan  siswa  juga
         kerakyatan,  serta  mendorong  pertumbuhan             menjadi  hal  penting  dalam  keberlangsungan
         ekonomi.                                               program MBG.
               Dalam  pelaksanaannya,  program  ini                      Menurut Ibu Fitri Nur Hayati, M.Pd., selaku
         umumnya dilakukan pada jam istirahat sekolah           salah  satu  guru  di  SMA  Muhammadiyah  2
         melalui  pembagian  makanan  yang  telah               Yogyakarta,  program  ini  sangat  membantu,
         disiapkan   oleh   pihak    Satuan   Pelayanan         terutama baginya yang merupakan seorang ibu
         Pemenuhan  Gizi.  Kehadiran  program  ini              pekerja dan tidak selalu memiliki waktu untuk
         disambut  antusias  oleh  sebagian  siswa  karena      menyiapkan  bekal  bagi  anak-anak  mereka.
         dinilai membantu mereka memperoleh asupan              Program  ini  juga  dinilai  mampu  mengurangi
         makanan  yang  lebih  layak  selama  kegiatan          kekhawatiran  orang  tua  terhadap  kebiasaan
         belajar berlangsung.                                   jajan  siswa  di  luar  sekolah.  Namun  menurut
         Di  beberapa  sekolah,  pelaksanaan  MBG  dinilai      beliau,  program  MBG  tetap  memerlukan
         cukup  membantu,  terutama  bagi  siswa  yang          evaluasi dari berbagai aspek, khususnya terkait
         terkadang  tidak  sempat  sarapan  atau  tidak         variasi   menu    dan    pengawasan      kualitas
         membawa bekal dari rumah.                              makanan.
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19