Page 19 - MUHA MAGAZINE #1
P. 19
Sosial
Marriage Is
Scary
& Childfree
Perspektif Generasi Muda
SMA Muhammadiyah 2
Yogyakarta
Oleh Dyah Mutiara P, S.Pd.
Pernikahan, yang selama ini dianggap
sebagai salah satu tonggak penting dalam
kehidupan, kini semakin dipandang secara
kritis oleh generasi muda. Tren global seperti Ketika membahas tren “Marriage Is Scary”,
“Marriage Is Scary” menjadi salah satu mayoritas siswi mengakui bahwa tren ini telah
fenomena yang banyak memengaruhi cara membuka mata mereka terhadap realitas
pandang remaja terhadap pernikahan. Tren ini pernikahan yang tidak selalu seindah
menggambarkan ketakutan terhadap gambaran romantis dalam drama atau film.
komitmen jangka panjang, tekanan finansial, Banyak dari mereka terpapar narasi ini melalui
serta risiko emosional yang mungkin terjadi unggahan di media sosial yang menceritakan
dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu, pengalaman korban, konflik rumah tangga,
konsep "childfree" keputusan untuk tidak atau tantangan berat dalam pernikahan.
memiliki anak juga mulai diterima sebagai Kisah-kisah tersebut sering kali membuat
salah satu opsi yang sah, terutama di kalangan mereka membayangkan bagaimana jika hal
perempuan yang ingin fokus pada karier, serupa terjadi dalam kehidupan mereka
kebahagiaan pribadi, dan kebebasan tanpa sendiri.
tanggung jawab membesarkan anak. Generasi Menurut sebagian besar siswi, pola asuh
muda kini melihat pernikahan dan memiliki serta interaksi orang tua dalam keluarga
anak bukan lagi sebagai kewajiban sosial, memiliki pengaruh besar terhadap pandangan
melainkan sebagai pilihan yang sepenuhnya mereka tentang pernikahan. Kehidupan
bergantung pada preferensi dan kesiapan sehari-hari di rumah, baik yang harmonis
individu. maupun penuh konflik, menjadi salah satu
Fenomena ini menjadi bahan diskusi faktor utama yang membentuk ekspektasi
menarik di kalangan siswa-siswi SMA mereka terhadap kehidupan berumah tangga.
Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Tren “Marriage Is Walaupun begitu, banyak siswi di SMA
Scary” dan konsep “childfree” mencerminkan Muhammadiyah 2 Yogyakarta tetap
perubahan cara pandang generasi muda menjunjung tinggi nilai pernikahan sebagai
terhadap institusi pernikahan, terutama salah satu bagian penting dalam agama yang
dengan pengaruh media sosial yang semakin melengkapi separuh iman.
kuat. Platform seperti TikTok, Instagram, dan Namun, mereka tidak terburu-buru untuk
Twitter menjadi ruang bagi para remaja untuk memasuki jenjang pernikahan tanpa
berbagi pengalaman, sudut pandang, serta persiapan yang matang. Bagi mereka,
opini terkait isu ini. Tagar seperti pernikahan membutuhkan kesiapan fisik,
#MarriageIsScary dan #Childfree sering mental, dan finansial yang memadai.
digunakan untuk menyampaikan kisah nyata, Persiapan tersebut mencakup memiliki
pemikiran, atau argumen yang mendukung tabungan, pekerjaan, pengalaman hidup,
kebebasan individu dalam menentukan jalan hingga jaringan sosial yang cukup luas.
hidupnya.

