Page 22 - MUHA MAGAZINE #1
P. 22
Psikologi
Waspada
KSBE
di Dunia Maya
Oleh Lunnie Fidela Queena Frasta
Apa Itu Kekerasan
Seksual Berbasis
Elektronik (KSBE)? Enam Modus
Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik Utama KSBE
(KSBE) kini menjadi ancaman nyata yang
mengintai ruang digital masyarakat. Laporan
akhir tahun mencatat korban didominasi oleh
anak perempuan sebesar 51,5% dan anak laki- NCII (Non-Consensual Intimate Images):
laki 47,6% (0,9% tidak terdata), dengan cakupan Penyebaran foto atau video intim tanpa
modus operandi mencapai lebih dari 40 bentuk persetujuan pemiliknya untuk
kekerasan di ranah maya. mempermalukan atau memeras korban.
Meskipun sebagian besar masyarakat Cyber Grooming: Tindakan membangun
masih menganggap kekerasan seksual hanya kepercayaan semu dengan anak atau
terjadi secara fisik di dunia nyata, remaja melalui internet untuk tujuan
perkembangan teknologi telah menggeser eksploitasi seksual melalui manipulasi
arena kejahatan ini ke dunia maya. Internet dan emosional.
media sosial kerap disalahgunakan oleh pihak Cyber Harassment: Pengiriman pesan atau
tidak bertanggung jawab untuk melecehkan, konten seksual tidak diinginkan secara
memeras, hingga mengeksploitasi korban terus-menerus, disertai penguntitan
secara psikologis maupun sosial. aktivitas media sosial korban.
Sextortion (Pemerasan Seksual):
Mengapa KSBE Pemerasan dengan ancaman menyebarkan
konten intim atau informasi pribadi jika
Semakin Marak? korban menolak memenuhi permintaan
pelaku.
Morphing: Manipulasi foto atau video
menggunakan teknologi digital atau AI agar
Lonjakan kasus KSBE didorong oleh tingginya
tingkat ketergantungan masyarakat terhadap korban tampak seolah-olah berada dalam
ruang digital. Pergeseran modus operandi konten pornografi.
pelaku, penyalahgunaan relasi kuasa, serta Revenge Porn: Penyebaran konten intim
mudahnya anonimitas di dunia maya menjadi tanpa izin oleh mantan pasangan atau
faktor utama mengapa kejahatan ini terus orang terdekat sebagai sarana balas
berkembang pesat. dendam atau intimidasi.

