Page 48 - MUHA MAGAZINE #1
P. 48
Profil
Dari Momen
Kepepet Jadi
Bisnis Cuan,
Kirana Alya Sukses
Bangun Tim
Manajemen Les
dan Branding
MUA Sejak SMA
Bukan sekadar mengejar hustle culture, intip Bagi Alya, eksistensi dirinya ditandai oleh
rahasia konsistensi dan regulasi diri sang pertumbuhan yang konsisten dan keberanian
penggila matematika yang sukses mendobrak menemukan pengalaman baru. Di satu sisi, ia
batas industri kreatif. Hustle culture, jebakan adalah seorang praktisi di industri kreatif yang
validasi angka, sampai tuntutan untuk selalu fasih memoles kuas kosmetik sebagai Make-
terlihat sempurna tekanan hidup zaman Up Artist (MUA) dan memproduksi konten
sekarang sering kali bikin Gen Z ngerasa cemas. digital. Faktanya, ia adalah pencinta logika
Kita seolah dipaksa masuk ke dalam kotak “kalau murni yang menggilai matematika, fisika, dan
suka sains ya, harus kaku dan analitis, kalau suka kimia.
seni ya gak usah mikir logika.”
“Aku tuh tipe orang yang suka banget
Tapi, aturan usang itu gak berlaku buat Kirana mencoba banyak hal. Aku ngerasa diriku
Alya Maheswari. Siswi SMA Muhammadiyah 2 hidup ketika aku berkembang dan
Yogyakarta ini sukses mematahkan stigma menemukan pengalaman baru,” ungkap Alya
dikotomi tersebut dengan merajut dua dunia dengan nada santai namun penuh
yang super kontras: presisi angka eksakta dan penekanan. Baginya, logika yang dipakai saat
kebebasan ekspresi visual di industri estetika. Gak memecahkan rumus-rumus sains itu punya
tanggung-tanggung, semua ini dia jalani sambil efek bikin nagih secara intelektual. Struktur
tetap produktif di luar berpikir yang tertata di dalam sains justru
jam sekolah. menjadi bahan bakar unik ketika ia harus
mengeksplorasi potensi dirinya sejauh
mungkin.

