Page 49 - MUHA MAGAZINE #1
P. 49
Profil
The Melawan Hustle
Accidental Culture dan Jebakan
Validasi Angka
MUA: Melihat pencapaian Alya yang multitasking
dan serba bisa, kita mungkin mengira jalannya
selalu mulus-mulus saja tanpa hambatan.
Berawal dari Faktanya, ia juga pernah terjebak dalam sisi
gelap ekspektasi dan obsesi berlebih pada
Kepepet Malah Jadi angka akademis. Ada masa yang mana Alya
karena
terus-
merasa
sangat
kelelahan
menerus mengejar nilai tinggi hanya demi
Ladang Bisnis validasi eksternal, membuat orang tua
bangga, dan mempertahankan citra sebagai
anak berprestasi.
Menariknya, kecintaan Alya pada dunia
kecantikan gak datang dari lahir. Dulu, ia justru
mengaku sangat jauh dari dunia feminin, apalagi
kosmetik. Titik balik hidupnya datang dari
momen yang tak terduga. Saat kakaknya mau
melangsungkan pernikahan, Alya "ditodong"
keadaan buat belajar makeup sendiri demi acara
keluarga tersebut. Berawal dari momen kepepet
itu, ia malah keasyikan melakukan trial makeup
dan mendalami seluk-beluk dunia beauty.
Dari hobi baru yang gak disengaja itu, peluang
bisnis mulai datang mengetuk pintu. Momen
profesional pertamanya muncul saat salah satu
orang tua temannya meminta bantuan Kirana
untuk menjadi MUA di sebuah acara. Sadar ada
potensi besar, Alya langsung memberanikan diri
untuk melakukan personal branding secara
mandiri di media sosial. Hasilnya? Sekarang ia
rutin kebanjiran job komersial.
Kerennya lagi, pola eksperimentatif ini juga
terjadi di dunia pendidikan yang ia geluti.
Berawal dari keisengannya membuka jasa les
privat karena dia suka banget berinteraksi dan
mengajar anak-anak kecil, bisnis edukasi kecil-
kecilan ini terus bertumbuh secara organik. Kini,
ruang privat tersebut berkembang begitu pesat
sampai Alya berhasil membentuk tim
manajemennya sendiri di usia yang sangat muda.
Waduh, produktif banget, ya?

