Page 50 - MUHA MAGAZINE #1
P. 50
"Lama-lama aku sadar kalau hidup cuma buat Bagaimana seorang remaja bisa mengelola
memenuhi ekspektasi orang lain itu capek sekolah, bisnis kreatif, dan tim bimbingan
banget," kenang Alya jujur. Tekanan psikologis itu belajar sekaligus tanpa terkena burnout?
sempat mencapai puncaknya ketika prestasi Kuncinya ada pada kedisiplinan, manajemen
akademiknya menurun dibanding sebelumnya. Ia energi yang adaptif, dan pembagian
sempat merasa takut yang luar biasa dan kecewa pengorbanan yang bijak. Alya mengaku
berat pada dirinya sendiri. Di dalam diri rasanya bahwa konsistensi akan jauh lebih mudah
lelah, tapi harus terus mempertahankan image dipertahankan kalau kita benar-benar
yang sempurna di mata orang lain. menikmati prosesnya, bukan
Dari krisis tersebut, Alya akhirnya belajar kalau menganggapnya sebagai beban yang
nilai raport bukan satu-satunya tolok ukur yang menyiksa diri terus-menerus.
mendefinisikan siapa diri kita. Gagal dalam satu
fase bukan berarti akhir dari segalanya, Ia juga melatih kemampuan kontrol diri yang
melainkan sebuah instrumen penting untuk kuat atas dirinya sendiri. "Kalau aku tahu
lebih kenal sama diri sendiri. Ia mulai sudah waktunya istirahat, aku biasanya
melonggarkan kendali, menikmati setiap proses langsung bilang ke diri sendiri 'ayo tidur,
kehidupan, dan mengeksplorasi sisi lain dari besok masih ada yang harus dikerjakan' dan
dirinya yang sebelumnya ia tahan hanya demi aku bisa langsung berhenti," jelasnya. Selain
terlihat tanpa cela. Bagi Alya, gak semua hal itu, untuk menjaga pikirannya tetap segar
harus berhasil atau dipaksa jadi sesuatu yang (fresh), Alya suka memanipulasi suasana
besar; ada kalanya suatu hal cukup dinikmati belajarnya. Sebagai individu yang sangat
sebagai kesenangan pribadi tanpa beban berkembang di lingkungan baru, ia rajin
kepalsuan. mengeksplorasi tempat-tempat baru atau
mencoba aktivitas alternatif agar pikirannya
tidak tumpul oleh rutinitas yang monoton.
Seni Menjaga Karakter tangguh Alya ini tak lepas dari
Balance Tanpa pengaruh seimbang kedua orang tuanya.
sosok
merupakan
mama
Sang
yang
Burnout mengenalkannya pada dunia kreatif dan
mengasah kemampuan komunikasi,
sedangkan sang papa adalah figur yang
Bagaimana seorang remaja bisa mengelola membuatnya dekat dengan dunia logika dan
sekolah, bisnis kreatif, dan tim bimbingan belajar angka. Namun seiring waktu, ia sadar kalau
sekaligus tanpa terkena burnout? Kuncinya ada semua itu gak akan jadi apa-apa tanpa adanya
pada kedisiplinan, manajemen energi yang keberanian dari diri sendiri untuk melangkah
adaptif, dan pembagian pengorbanan yang bijak. ke luar dari zona nyaman.
Alya mengaku bahwa konsistensi akan jauh lebih Menatap masa depan pasca-kelulusan SMA
mudah dipertahankan kalau kita benar-benar nanti, Alya telah membidik target yang
menikmati prosesnya, bukan menganggapnya ambisius. Ia punya impian besar untuk
sebagai beban yang menyiksa diri terus-menerus. melanjutkan kuliah di China demi mengejar
tantangan di lingkungan yang baru. Ia ingin
Ia juga melatih kemampuan kontrol diri yang terus berkembang, membuka kesempatan
kuat atas dirinya sendiri. "Kalau aku tahu sudah yang lebih luas, dan membangun masa depan
waktunya istirahat, aku biasanya langsung bilang yang bisa membuat dirinya sendiri bangga,
ke diri sendiri 'ayo tidur, besok masih ada yang bukan cuma sekadar memuaskan ekspektasi
harus dikerjakan' dan aku bisa langsung orang lain.
berhenti," jelasnya. Selain itu, untuk menjaga Melalui kisahnya, Alya menitipkan pesan
pikirannya tetap segar (fresh), Alya suka mendalam buat anak muda lainnya yang
memanipulasi suasana belajarnya. Sebagai mungkin sering kali merasa biasa-biasa saja
individu yang sangat berkembang di lingkungan dan minder dengan kemampuan diri hidup ini
baru, ia rajin mengeksplorasi tempat-tempat bukan tentang kompetisi memenuhi standar
baru atau mencoba aktivitas alternatif agar orang lain, melainkan tentang bagaimana kita
pikirannya tidak tumpul oleh rutinitas yang berani melangkah dan menerima diri sendiri.
monoton.. Pesannya singkat namun menohok: "Kita ga
harus langsung hebat untuk memulai."

