Page 51 - MUHA MAGAZINE #1
P. 51
Tokoh Nasional
Rasuna Said
Oleh Medina Arinda
Rasuna Said lahir pada 14 September 1910
di Maninjau, Agam, Sumatera Barat. Rasuna
Said memiliki nama lengkap Hajjah Rangkayo
Rasuna Said, namun dikenal dengan nama HR
Rasuna Said. Ayah Rasuna Said bernama
Muhammad Said, sedangkan Ibu Rasuna Said
bernama Rangkayo Rasad.
Rasuna Said berasal dari keluarga ulama
yang terpandang di Sumatera Barat. Ayahnya
adalah seorang ulama dan guru agama yang
terkenal di Maninjau. Ibunya juga berasal dari
keluarga ulama yang terpandang. Keluarga
Rasuna Said dikenal sebagai keluarga yang
sangat paham agama dan peduli akan Ia juga memiliki beberapa perjuangan lain,
pendidikan. Bahkan, mereka memiliki tradisi seperti perjuangan perempuan, kemerdekaan,
pendidikan yang kuat dan mengutamakan dan sosial. Dalam perjuangan perempuan, ia
pendidikan agama dan pendidikan umum. berjuang untuk hak pilih perempuan dalam
Rasuna Said sendiri merupakan anak ketiga pemilihan umum, meningkatkan kesadaran
dari enam bersaudara. Rasuna Said memiliki akan pentingnya pendidikan bagi kaum
dua kakak perempuan dan tiga adik laki-laki. perempuan, dan berjuang untuk emansipasi
Keluarga Rasuna Said sangat mendukung perempuan dan kesetaraan hak-hak
pendidikannya dan memotivasinya untuk perempuan.
menjadi seorang yang berpendidikan dan Selanjutnya akan membahas mengenai
beriman. Tokoh Rasuna Said ini sejak SD sudah Rasuna menjadi anggota Partai Sarekat Islam
aktif dalam mengikuti berbagai pengajian. Indonesia (PSII). Ia bergabung menjadi
Setelah lulus dari SD, Rasuna Said langsung sekretaris cabang. Kemudian, menjadi anggota
mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Partai Sarekat Islam dan naik ke posisi
Ar-Rasyidiyah. Pada masa itu, ialah satu- kepemimpinan cabang Maninjau. Selain itu,
satunya murid perempuan di pesantren Rasuna Said juga bergabung dengan
tersebut. Selanjutnya, ia melanjutkan Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) yang
pendidikannya ke Diniyah Putri Padang berbasis pada Islam dan nasionalisme.
Panjang. Pada akhirnya, Rasuna Said menikah dengan
Setelah menyelesaikan jenjang Abdullah Lubis, yang di mana ia adalah seorang
pendidikannya, Rasuna Said berprofesi sebagai aktivis kemerdekaan Indonesia. Namun,
guru di sekolah dasar di Maninjau. Kemudian Abdullah Lubis bukanlah suami pertama
pindah ke Medan dan menjadi seorang jurnalis Rasuna Said. Suami pertama Rasuna Said ialah
di surat kabar “Pewarta Deli”. Rasuna kemudian Duski Samad, seorang aktivis dalam dunia
juga aktif dalam berbagai organisasi-organisasi, politik. Rasuna dan Duski dikaruniai dua orang
seperti Sarekat Rakyat dan Persatuan Muslimin anak, yaitu Darwin dan Auda Zaschkya Duski.
Indonesia (PERMI). Sayangnya, Darwin meninggal dunia saat
Rasuna Said aktif dalam perjuangan masih kecil. Belum diketahui pasti pada saat
kemerdekaan Indonesia. ia menjadi anggota usia berapa Darwin meninggal.
Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) dan aktif Rasuna Said meninggal pada 2 November
juga dalam berbagai kegiatan perjuangan 1965 di Jakarta. Penyebab kematian Rasuna
seperti demonstrasi dan pertemuan rahasia. Said ialah kanker darah. Kemudian, ia
Rasuna Said juga pernah menjadi salah satu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
pendiri Persatuan Wanita Republik Indonesia Kalibata, Jakarta. Pada akhir hayatnya, Rasuna
(PERWARI). dianugerahi sebuah gelar Pahlawan Nasional
pada tahun 1974 pleh Presiden Suharto.

