Page 40 - MUHA MAGAZINE #1
P. 40

Dunia  mengakui  bahwa  memanusiakan                      Banyak  masyarakat  yang  menghormati
        manusia adalah kunci pendidikan masa depan,             ajarannya  secara  teoretis,  namun  enggan
        sebuah  konsep  yang  sudah  dirumuskan  Ki             menitipkan  masa  depan  anaknya  karena
        Hadjar  sejak  tahun  1922.  Realitas  sosiologis  di   persepsi    terhadap    kualitas   sarana   yang
        Indonesia  menunjukkan  arah  yang  berbeda.            tertinggal.  Inilah  letak  tragisnya,  kita  bangga
        Masyarakat  kontemporer  kini  lebih  cenderung         saat  Finlandia  memuji  Ki  Hadjar,  namun  kita
        melabuhkan      kepercayaan      mereka     pada        membiarkan  institusi  yang  ia  dirikan  berjuang
        sekolah-sekolah  Muhammadiyah.  Ada  sebuah             sendirian melawan arus zaman yang menuntut
        pergeseran  psikologis  dan  pragmatis  di  mana        efisiensi dan kemewahan fasilitas.
        orang  tua  tidak  lagi  hanya  mencari  filosofi,          Keberhasilan  Muhammadiyah  menyerap
        tetapi  juga  mencari  kepastian  kualitas,  fasilitas,  banyak  siswa  bukan  sekadar  karena  faktor
        dan  relevansi  zaman.  Muhammadiyah  berhasil          keagamaan, melainkan karena mereka mampu
        menjawab      tantangan    modernitas    melalui        memanifestasikan  filosofi  ke  dalam  bentuk
        pengelolaan yang profesional dan mandiri.               amal  nyata  yang  terukur.  Muhammadiyah
           Ketika    Taman     Siswa   terjebak    dalam        membuktikan  bahwa  pendidikan  yang  baik
        romantisme  masa  lalu  dan  pengelolaan  yang          harus didukung oleh kemandirian finansial yang
        cenderung       tradisional,    Muhammadiyah            kokoh.  Sebaliknya,  keberlanjutan  Taman  Siswa
        bergerak  dengan  manajemen  korporat  yang             harus menjadi pengingat keras bagi bangsa ini,
        transparan.    Masyarakat     melihat    sekolah        bahwa  simbolisme  sejarah  dan  kehebatan
        Muhammadiyah  sebagai  institusi  yang  stabil,         filosofi  di  masa  lalu  tidak  akan  pernah  cukup
        gedung-gedungnya  megah,  laboratoriumnya               untuk  memberi  makan  masa  depan  jika  tidak
        lengkap,  dan  kurikulumnya  secara  cerdas             dibarengi dengan keberanian untuk melakukan
        memadukan  sains  modern  dengan  nilai-nilai           inovasi     manajemen       dan      modernisasi
        religius.                                               infrastruktur  secara  besar-besaran.  Mari  kita
            Di mata publik, Muhammadiyah menawarkan             rayakan  2  Mei  sebagai  identitas,  namun  mari
        "paket lengkap" dunia yang modern dan akhirat           kita  teladani  Muhammadiyah  dalam  aksi  yang
        yang  terjaga.  Sementara  itu,  Taman  Siswa           tak pernah henti.
        seolah-olah menjadi "museum hidup".
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45