Page 39 - MUHA MAGAZINE #1
P. 39
Data empiris adalah saksi bisu yang bicara Faktanya di Daerah Istimewa Yogyakarta,
paling keras. Muhammadiyah bukanlah sekadar daerah asal sekolah-sekolah Taman Siswa, yang
organisasi, melainkan sebuah imperium dahulu menjadi kawah candradimuka bagi para
kebaikan yang mandiri. Muhammadiyah dalam pejuang kemerdekaan, kini kian hari kian sepi.
bidang pendidikan telah mengelola 5.345 Ruang-ruang kelas yang dahulu bergetar oleh
sekolah dan 172 Perguruan Tinggi yang menjadi semangat Among kini banyak yang sunyi,
rahim bagi inovasi ilmiah. Sepirit pendidikan dinding-dindingnya mulai sunyi dimakan usia,
440 pesantren tetap berdiri kokoh, menjaga api dan jumlah siswanya menyusut drastis.
spiritualitas tetap menyala di tengah arus Fenomena ini menciptakan sebuah paradoks
modernitas. Hasil dari pendidikan itu teraviliasi besar, mengapa ajaran Ki Hadjar Dewantara
dalam profesionalitas bidang kesehatan, yang begitu dipuja secara global justru tampak
terdapat 122 Rumah Sakit dan 231 klinik menjadi "layu" di rumahnya sendiri.
penyangga raga bangsa di luar fasilitas negara. Dunia pendidikan internasional hari ini
Dengan aset mencapai Rp454,24 triliun, sebenarnya sedang berkaca pada cermin yang
Muhammadiyah mentasbihkan dirinya sebagai ditinggalkan Ki Hadjar. Sistem pendidikan di
organisasi mandiri paling tangguh di dunia. Finlandia, yang sering disebut sebagai sistem
Penetapan 2 Mei adalah sebuah keputusan terbaik di dunia, secara prinsipil mengadopsi
politik untuk merajut memori kolektif. elemen-elemen yang sangat identik dengan
Kita menghormati Ki Hadjar Dewantara metode belajar Taman Siswa. Finlandia
sebagai wajah filosofis pendidikan kita. menghapuskan standarisasi ujian yang kaku,
Sedangkan, kejujuran sejarah harus mengakui mengedepankan kebahagiaan siswa dalam
bahwa KH Ahmad Dahlan adalah arsitek utama belajar (joy of learning), dan memposisikan guru
pendidikan modern yang progresif dan visioner. bukan sebagai diktator kelas, melainkan
Kemajuan bangsa ini tidak hanya tegak di atas sebagai pamong atau fasilitator. Hal ini sangat
kutipan-kutipan indah, melainkan di atas selaras dengan konsep Ing Ngarsa Sung
fondasi kerja keras amal usaha yang nyata. Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri
Di balik kemegahan narasi 2 Mei, terselip Handayani.
sebuah ironi yang menyayat hati.

